Visi & Misi

Visi : “Sesarengan Mbangun Blora : Unggul dan Berdaya Saing”

1. Sesarengan Mbangun Blora Sesarengan Mbangun Blora mengandung makna bahwa pembangunan yang dilaksanakan di Kabupaten Blora diharapkan dapat dilaksanakan secara bersama bahu membahu dengan mengoptimalkan seluruh potensi dan kapasitas yang dimilikinya dengan dukungan seluruh masyarakat dan stakeholder terkait termasuk pihak swasta. Sesarengan Mbangun Blora memiliki tiga makna yaitu :

a. Tumbuh dan berkembangnya nilai-nilai kebersamaan dalam membangun antara masyarakat, swasta dan rakyat.

b. Berkembangnya semangat kebersamaan dalam melaksanakan dan mengisi pembangunan.

c. Berkembangnya semangat kebersamaan dalam memanfaatkan dan merawat hasil pembangunan.

2. Unggul Unggul dapat dimaknai sebagai kondisi Kabupaten Blora yang lebih baik dibandingkan dengan daerah lain dengan memanfaatkan segala potensi lokal baik sumberdaya manusia maupun sumberdaya ekonomi yang dimiliki. Unggul memiliki makna sebagai berikut :

a. Kondisi ekonomi masyarakat yang berkembang dan berdaya berdasarkan potensi local.

b. Kabupaten Blora yang unggul di tingkat propinsi dan nasional.

3. Berdaya Saing Berdaya saing dapat dimaknai sebagai kemampuan dan kekuatan untuk bersaing dengan daerah lain dengan memanfaatkan keunggulan komparatif dan kompetetif yang dimiliki Kabupaten Blora. Berdaya saing mempunyai dua makna sebagai berikut :

a. Kemampuan daerah dalam mengelola aset dan proses, daya tarik dan agresivitas pada sektor ekonomi, social dan budaya untuk menciptakan nilai tambah dalam rangka menambah kekayaan daerah guna menyejahterakan masyarakat.

b. Kemampuan daerah dalam mengembangkan lingkungan yang produktif bagi bisnis dan inovasi yang berkelanjutan.

 

Misi : “Sesarengan Mbangun Blora : Unggul dan Berdaya Saing”

1. Membangun sumberdaya manusia yang berkualitas, berdaya saing dan berkarakter.

2. Mewujudkan infrastruktur yang baik dan tata lingkungan yang berkelanjutan.

3. Mewujudkan birokrasi yang profesional, progresif, bersih dan akuntabel.

4. Menciptakan kondisi wilayah yang kondusif.

5. Memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis potensi daerah, dan membuka peluang investasi untuk mengurangi pengangguran dan kemiskinan.

 

______________________________________________________________________________________________________________________________

 

Kabinet Kerja telah menetapkan visi yang harus diacu oleh Kementerian/Lembaga, yaitu "Terwujudnya Indonesia yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong". Dengan memperhatikan visi pemerintah tersebut dan mempertimbangkan masalah dan tantangan yang dihadapi dalam pembangunan pertanian, maka visi Kementerian Pertanian adalah: “Pertanian yang Mandiri, Maju dan Modern untuk Terwujudnya Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri dan BerkepribadianBerlandaskan Gotong Royong”.

Dalam menerapkan Misi Presiden dan Wakil Presiden, maka Kementerian Pertanian mendukung Misi Kedua dari Nawa Cita yaitu mewujudkan struktur ekonomi yang produktif, mandiri dan berdaya saing melalui misi Kementerian Pertanian yaitu :

1. Mewujudkan ketahanan pangan.

2. Meningkatkan nilai tambah dan daya saing pertanian.

3. Meningkatkan kualitas SDM dan prasarana Kementerian Pertanian.

Tujuan Kementerian Pertanian Tahun 2020-2024 sesuai dengan Visi Misi Kementerian Pertanian adalah sebagai berikut :

1. Meningkatnya Pemantapan Ketahanan Pangan.

2. Meningkatnya Nilai Tambah dan Daya Saing Pertanian.

Untuk mencapai tujuan diatas, maka disusun beberapa sasaran strategis, antara lain :

1. Meningkatnya ketersediaan pangan strategis dalam negeri.

2. Meningkatnya daya saing komoditas pertanian nasional.

3. Terjaminnya keamanan dan mutu pangan strategis nasional.

4. Termanfaatkannya inovasi dan teknologi pertanian.

5. Tersedianya prasarana dan sarana pertanian yang sesuai kebutuhan.

6. Terkendalinya penyebaran Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) dan Dampak Perubahan Iklim (DPI) pada tanaman serta penyakit pada hewan.

7. Meningkatnya kualitas Sumber Daya Manusia dan kelembagaan pertanian nasional.

8. Terselenggaranya birokrasi Kementerian Pertanian yang efektif, efisien, dan berorientasi pada layanan prima.

9. Terkelolanya anggaran Kementerian Pertanian yang akuntabel dan berkualitas.

Untuk mencapai tujuan dan sasaran maka Kementerian Pertanian menetapkan lima arah kebijakan sebagai berikut :

1. Terjaganya ketahanan pangan nasional.

2. Meningkatnya nilai tambah dan daya saing pertanian.

3. Menjaga keberlanjutan sumber daya pertanian serta tersedianya prasarana dan sarana pertanian.

4. Meningkatkan kualitas SDM pertanian.

5. Terwujudnya Reformasi Birokrasi dan tata kelola pemerintah yang berorientasi pada layanan prima.

Arah kebijakan ini dijelaskan melalui beberapa strategi yang sudah disusun oleh Kementerian Pertanian sebagai berikut :

1. Peningkatan produksi dan produktivitas sektor pertanian.

2. Peningkatan ketersediaan pangan strategi nasional.

3. Peningkatan keterjangkauan dan pemanfaatan pangan.

4. Peningkatan nilai tambah.

5. Peningkatan daya saing pertanian.

6. Peningkatan ketersediaan, pemanfaatan dan perlindungan lahan serta peningkatan ketersediaan air.

7. Revitalisasi pembiayaan petani dan kelembagaannya.

8. Peningkatan ketersediaan dan pengawasan peredaran benih, pupuk dan pestisida.

9. Peningkatan penyediaan dan penggunaan mekanisasi (modernisasi) pertanian.

10. Standarisasi dan sertifikasi profesi pertanian.

11. Regenerasi dan penumbuhan minat generasi muda pertanian.

12. Penyuluhan pertanian berbasis teknologi informasi dan komunikasi.

13. Peningkatan taraf pelatihan hingga level internasional.

14. Pendidikan dan pelatihan vokasi berbasis kompetensi.

15. Penguatan kelembagaan pertanian.


Info